Februari 2012
| Mg | Sn | Sl | Rb | Km | Jm | Sb |
|---|---|---|---|---|---|---|
| 1 | 2 | 3 | 4 | |||
| 5 | 6 | 7 | 8 | 9 | 10 | 11 |
| 12 | 13 | 14 | 15 | 16 | 17 | 18 |
| 19 | 20 | 21 | 22 | 23 | 24 | 25 |
| 26 | 27 | 28 | 29 |
| Mg | Sn | Sl | Rb | Km | Jm | Sb |
|---|---|---|---|---|---|---|
| 1 | 2 | 3 | 4 | |||
| 5 | 6 | 7 | 8 | 9 | 10 | 11 |
| 12 | 13 | 14 | 15 | 16 | 17 | 18 |
| 19 | 20 | 21 | 22 | 23 | 24 | 25 |
| 26 | 27 | 28 | 29 |

Sebuah kebanggaan kembali dirasakan oleh STMIK AMIKOM Yogyakarta. Badan Pendidikan PBB UNESCO menjadikan STMIK AMIKOM Yogyakarta sebagai contoh salah satu perguruan tinggi swasta di dunia dalam A New Dynamic Private Higher Education.
World Conference on Higher Education pada tahun 2009 membahas tentang berbagai isu dan trend pendidikan di berbagai negara. Muncul sebuah trend di negara-negara berkembang yaitu tumbuhnya penyelenggaraan perguruan tinggi non-pemerintah yang sangat pesat. Pola pembiayaan penyelenggaraan pendidikan baik dari pemerintah dan swasta kemudian diklasifikasikan oleh UNESCO menjadi 11 kategori. Dari ke sebelas kategori ini UNESCO mengambil beberapa universitas dari seleuruh dunia.
Salah satu universitas dunia Harvard University masuk dalam kategori ke 8 yaitu lembaga swasta dengan berbasis proyek subsidi pemerintah. Melalui penelitian dana hibah untuk bersaing, konsultasi, pelatihan program atau proyek untuk tujuan tertentu, Harvard University memperoleh pembiayaan pendidikan. Ini adalah kasus umum di Amerika Serikat, di mana banyak universitas swasta mendapatkan dana pemerintah cukup besar melalui kompetitif hibah.
Sedangkan STMIK AMIKOM Yogyakarta masuk menjadi kategori ke sebelas yaitu lembaga pendidikan swasta yang sama sekali tidak mendapatkan subsidi dari pemerintah. Sebagian besar perguruan tinggi swasta di dunia masuk dalam kategori ini. Namun yang membuat STMIK AMIKOM Yogyakarta ini unik dan dianggap berbeda oleh UNESCO adalah pembiayaan pendidikan perguran tinggi ini selain berasal dari dana peserta didik juga berasal dari berbagai unit bisnis yang dikelola secara entrepreneur. Unit bisnis yang banyak ini juga menjadi tempat magang bagi para mahasiswanya untuk mendapatkan pengalaman.
Prof. Dr. M. Suyanto, MM selaku ketua STMIK AMIKOM Yogyakarta sangat bersyukur dengan prestasi ini. “Saya sangat bersyukur ternyata STMIK AMIKOM Yogyakarta disejajarkan dengan berbagai universitas kelas dunia”. MaSuk
Sumber PDF UNESCO dapat download disini
|
|
Download berita PDF
|