BERITA

MAYAPALA: Aku Tahu Kamu Pasti Bisa, Kamu Tahu Aku Pasti Bisa

22 Februari 2012. Diposting oleh humas

“...Aku tahu kamu pasti bisa, Kamu tahu aku pasti bisa

Renungkan dalam hati, Hingga di suatu nanti

Ingatlah hari ini”

 

Beberapa bait lirik diatas merupakan lagu yang sering kali terdengar di Mayapala Jungle School (MJS) XVIII, lagu yang menjadi penyemangat bagi para siswa-siswi dan para mentor, merupakan salah satu lagu yang diciptakan untuk mengiringi kegiatan MJS XVIII.

 

MJS XVIII tahun 2012 kali ini dimulai pada Sabtu (04/02) dan berakhir pada Kamis (16/02). Adapun kegiatan MJS XVIII terbagi atas pemberian materi ruang, simulasi MJS, dan praktek lapangan. Pemberian materi ruang berlangsung selama 4 hari, meliputi materi-materi dasar Panjat Tebing, Susur Goa, Orad dan Orat, P3K, SAR dan materi Gunung Hutan yang dibagi atas materi Navigasi Darat, Bivaking, Survival, Ular dan Manajemen Packing.

 

Pada Senin (06/02) sore para siswa-siswi MJS XVIII telah memasuki masa karantina, yang bertempat di ruang 5.2.2 gedung unit 5 STMIK AMIKOM Yogyakarta. Selasa (07/02) diadakan kegiatan simulasi MJS XVIII. Sebelum kegiatan simulasi dimulai, para siswa-siswi MJS XVIII terlebih dahulu mengikuti kegiatan peregangan otot dan senam pagi yang dipimpin oleh beberapa mentor yang bertugas. Kegiatan simulasi yang bertempat di daerah Pangukan, Sleman Yogyakarta ini meliputi simulasi Rapelling, Prusiking, SRT (Single Rope Technique), Pemajatan dan simulasi kegiatan-kegiatan yang akan berlangsung pada MJS XVIII. Simulasi ini berlangsung sejak pagi pukul 08.00 WIB hingga pukul 16.30 WIB.

 

Sebelum memasuki praktek lapangan, rabu (08/02) diadakan upacara pelepasan siswa-siswi MJS XVIII yang bertempat di lapangan basket STMIK AMIKOM Yogyakarta. Upacara pelepasan MJS XVIII dihadiri oleh panitia kegiatan MJS XVIII, Bpk. Rum Andri selaku pembina MAYAPALA dan diikuti oleh 17 siswa-siswi MJS XVIII. Praktek Lapangan MJS XVIII diawali dengan sambutan oleh beberapa mentor yang telah diserahi tanggung jawab, bertempat di Lapangan Kebun Agung, Imogiri, Bantul. Setelah prosesi penyambutan, dilanjutkan dengan kegiatan Long March dan susur sungai. Kemudian para siswa-siswi diberikan kesempatan ishoma dan menikmati panorama alam yang indah di Dn. Srunggu 1, Ds. Selopamioro, Imogiri, Bantul. Kegiatan hari itu pun ditutup dengan susur goa (caving) di Goa Cerme.

 

Hari kelima MJS XVIII, kamis (09/02) di isi dengan kegiatan panjat tebing, pemanjatan artificial dan pemanjatan sport, serta kegiatan rapelling. Jumlah jalur yang tersedia yakni 2 jalur pemanjatan dan 2 jalur rapelling, dengan jumlah 17 siswa-siswi MJS maka kegiatan pemanjatan dan rapelling sangat dimaksimalkan. Kegiatan pada hari ini berlangsung hingga pukul 17.30 WIB, setelah itu peserta diizinkan untuk kembali ke tempat masing-masing dan beristirahat. Pada hari ini kegiatan dilanjutkan dengan Jurit malam pada pukul 00.00 WIB.

 

Jumat (10/02) merupakan persiapan praktek lapangan yang akan bertempat di Tlogodringo, Gunung Lawu. Sebelum menuju Tlogodringo terlebih dahulu dilakukan proses sweeping. Ada pun maksud dari praktek lapangan di Tlogodringo adalah agar siswa-siswi MJS XVIII dapat mempraktekkan materi Gunung Hutan yang telah didapat khusunya materi Survival, untuk menunjang jalannya kegiatan, para siswa-siswi dikondisikan untuk bertahan hidup dengan diberi perlengkapan survival dan didampingi oleh beberapa mentor yang ditunjuk sebagai Pembantu Lapangan (PL).

 

Praktek lapangan di Tlogodringo meliputi pengaplikasian materi Gunung Hutan yang diantaranya Navigasi Darat, Survival dan materi ular dan SAR. Penerapan materi Navigasi darat dan Survival berlangsung sejak Jumat (10/02) malam hingga Selasa (14/02) yang diselingi dengan materi ular.

 

Sementara itu untuk penerapan materi SAR, diadakan pada Rabu (15/02) dengan mengadakan simulasi SAR, yang diawali dengan refreshing materi SAR dan P3K. Simulasi SAR dimulai pada pukul 10.00 WIB dan berakhir pada pukul 14.00 WIB. Setelah simulasi SAR selesai dilanjutkan dengan evaluasi keseluruhan pengaplikasian materi Gunung Hutan selama 5 hari terkhir.

 

Rabu (15/02) tengah malam, para siswa-siswi MJS XVIII dibangunkan untuk mengikuti rangkaian prosesi pelantikan Anggota Muda Mayapala, yang berlangsung kurang lebih 2 jam. Setelah mengikuti serangkaian prosesi pelantikan maka pada Kamis (16/02) dini hari dengan syah dilantik 17 orang Anggota Muda Mayapala di Tlogodringo, Gunung Lawu dengan nama angkatan Tapal Kuda.

 

Kemudian pada pagi hari seluruh anggota tetap dan anggota muda Mayapala mempersiapkan diri untuk kembali ke kampus STMIK AMIKOM Yogyakarta. Kegiatan MJS XVIII tahun 2012 pada Kamis (16/02) ditutup dengan upacara penyambutan Anggota Muda Mayapala, yang bertempat di basement gedung V STMIK AMIKOM Yogyakarta. Dan dihadiri oleh anggota tetap dan anggota muda MAYAPALA, Puket III STMIK AMIKOM Yogyakarta Drs. Mohammad Idris P., M.M, Pembina Mayapala, Ir. Rum M. Andri K.R., M.Kom. serta tamu undangan lainnya.

 

“...di MAYAPALA kami di ajarkan untuk dapat berani hidup, bukan berani mati...”


by EKO F. FERI C. (AM/MYP/AMK/XVIII/12)

sumber: www.mayapala.com

Bookmark and Share Download berita PDF